← Alat belajar

Kanji di dalam tubuh

kamus bagian aksara

Pilih bagian tubuh; bagian aksara dan kanjinya terbuka di sebelah kanan.

Tentang kamus ini

Banyak kanji sebenarnya gambar bagian tubuh. Tangan, mata, kaki — hanya saja sudah menyamar.

Kamus ini tidak disusun menurut bushu

Bushu — sistem «bagian huruf» yang dipakai kamus kanji — dibuat sekitar seribu delapan ratus tahun lalu, sebagai cara menyusun daftar. Di sana setiap huruf dimasukkan ke satu kamar saja. 天 «langit» masuk ke kamar 大, dan berhenti di situ.

Kamus ini menyusunnya dengan cara lain: dari apa yang benar-benar ADA di dalam huruf itu.

大 adalah gambar orang yang merentangkan tangan dan kakinya. 天 adalah huruf yang menunjuk ke atas kepala orang itu. Jadi 人 → 大 → 天 memang tersambung — hanya saja sistem lamanya tidak pernah menyambungkannya. Hurufnya sendiri tidak pernah putus.

Kalau di dalam sebuah huruf ada manusia — dari bentuknya, dari akarnya, dari asal-usulnya — maka di kamus ini ia manusia.

Tentang bunyi dan makna

Buku tata bahasa mengajarkan: aksara seperti 仕 terdiri dari 人 sebagai makna dan 士 sebagai bunyi — 士 "hanya" bunyi. Kami tidak percaya "hanya".

Orang yang menyusun aksara-aksara ini ribuan tahun lalu memilih pembawa bunyi dari banyak calon yang sebunyi. Mereka sering memilih yang maknanya juga cocok: 士 lelaki yang mengabdi untuk 仕, 申 yang menjulur untuk 伸, 呂 tulang yang berjajar untuk 侶 pendamping. Menemukan pasangan yang pas di bunyi dan di makna sekaligus pasti kegembiraan tersendiri bagi mereka — dan kami menganggap kegembiraan itu bagian dari aksara.

Karena itu, bila sebuah pembawa bunyi juga masuk akal sebagai makna, dan ada orang — sarjana atau bukan — yang membacanya begitu, kamus ini mencatatnya sebagai "bunyi sekaligus makna". Bahasa itu hidup: yang dipercaya dan dipakai banyak orang ikut tinggal di dalam kata. Kami tetap menulis siapa yang membaca apa, supaya pembaca yang ingin berpegang pada satu mazhab saja bisa memilih.

Satu contoh untuk kejelasan. Banyak orang mengingat 東 (timur) sebagai "matahari 日 di balik pohon 木". Secara asal-usul aksara, bacaan itu keliru — 東 semula adalah gambar bungkusan yang diikat kedua ujungnya. Tetapi juga fakta bahwa banyak orang memercayai bacaan itu, menghafal aksara ini dengannya, dan memakainya turun-temurun. Bahasa adalah milik semua orang yang memakainya. Karena itu kamus ini kadang memperkenalkan bacaan rakyat semacam itu sebagai "kebenaran yang satu lagi" — selalu dengan keterangan bahwa itu bacaan rakyat, bukan asal-usulnya. Harap diperhatikan.

Cara pakai

Sentuh bagian tubuh pada gambar. Untuk tangan dan kaki Anda langsung masuk ke halamannya; untuk kepala, badan, dan manusia akan muncul dulu daftar bagiannya.

Di halaman bagian tubuh, setiap baris adalah satu bagian aksara: gambarnya, artinya, dan "N kanji" — jumlah aksara yang memakainya. Sentuh "N kanji" untuk membuka daftarnya; sentuh aksaranya untuk masuk ke halaman aksara itu, bila sudah dibuka.

Baris yang tegas adalah kanji joyo (2.136 aksara yang dipakai sehari-hari). Baris yang pudar bertanda "Lanjutan" adalah kanji jinmeiyo (863 aksara tambahan) — untuk yang ingin sampai membaca sastra zaman Meiji. Bentuk lama ditulis di samping bentuk baru: 新 / 旧.

Label kecil di setiap baris menyebut jenis aksaranya: gambar (pictograph), tanda (indicative), gambar + gambar (compound), gambar + bunyi (phonetic), atau satu bagian yang menjadi bunyi sekaligus makna (ideo-phonetic).

Di bawah setiap halaman ada daftar "bukan": aksara yang tampak memakai bagian tubuh ini, padahal bukan. Yang tampak seperti daging pada 服 sebenarnya perahu; yang tampak seperti lidah pada 話 sebenarnya aksara lain. Daftar itu sengaja dibiarkan terlihat.

Catatan

Sejauh yang kami ketahui. Setiap sambungan di sini dipasang setelah ditelusuri sumbernya, dan yang masih kosong akan kami isi terus.

Bacaan rakyat — yang indah tetapi bukan asal-usul — selalu kami tandai sebagai bacaan rakyat.

Halaman untuk aksara yang masih redup akan dibuka menyusul.

Sumber & terima kasih

Kamus ini berdiri di atas pekerjaan orang lain. Terima kasih kepada:

Nomor rujukan gambar kuno (zaman tulang orakel, perunggu, segel) ditulis pada setiap halaman aksara yang memuatnya.

© 2025–2026 PT. Satu Nol Tujuh